KODE OTP ITU RAHASIA, JANGAN BERIKAN KEPADA ORANGLAIN
Saya sudah puluhan kali membaca peringatan semacam itu, sampai hafal bahkan seringkali saya skip. Tapi sayangnya saya lupa memberitahukan peringatan itu kepada ibuk.
Ah, sepertinya laman berita online perlu juga sering mengunggah informasinya semacam itu disela-sela berita selebritis, supaya ibuk saya juga mendapatkan informasi yang sama.
Jadi ceritanya lepas isya tadi tiba-tiba ibuk menunjukkan tampilan aneh di WhatsAppnya. Saya baca sekilas, diminta verifikasi ulang. Saya pikir mungkin nomer ibuk sudah hangus. Selang beberapa waktu dimintalah memasukkan kode OTP. Sudah minta dikirimkan lewat sms tapi belum juga masuk, tapi malah dapat telfon dari nomer asing.
Ada jeda beberapa menit, sampai saya sadar kalau nomer WA ibuk telah diambil alih melalui kode OTP yang entah bagaimana caranya.
Jadilah panic attack ibuk kembali menyerang. Sembari saya menghubungi beberapa rekan kerja ibuk dan menyampaikan ke grup keluarga kalau akun WA ibuk diambil alih orang setelah gagal mencoba mengambil alih ulang akun tersebut. Ditambah lagi ada tetangga yang datang ke rumah mengkofirmasi kalau beliau baru saja mengirimkan pulsa 800 ribu.
Selang beberapa waktu, setelah ibuk mulai tenang, saya pancing bagaimana kronologi kejadiannya. Duh, sudah macam detektif saja ya saya? Wqwq
Ada satu hal yang menurut saya aneh dari cerita ibuk, asumsi saya bukan ibuk yang mengirimkan OTP, tapi ‘orang itu’ yang sudah mengambil alih pesan OTPnya.
Jadi kurang lebih ceritany seperti ini setelah dialihkbahasakan dari bahasa jawa ngoko
“Tadi sore ada teman ibu yang chat, bilang mau dibuatkan grup penanganan covid, harus ikut katanya. Terus bilang kalau nanti akan dikirimi kode melalui SMS dan diminta mengrimkan ulang kodenya”
“Terus gimana buk?” tanya saya pura-pura penasaran, teringat sebuah pesan dari nomor asing di kotak masuk berisi nomer OTP. Pertama kali melihatnya saya sudah curiga, karena seingat nama pengirimnya otomatis menggunakan nama WhatsApp, lha kok ini dari deretan nomer asing.
“Ya ibuk kirimkan ulang kodenya”
“Terus?”
“Disuruh nunggu, mau dihubungi lagi katanya. Ya terus tadi itu, habis isya. Pas kamu bilang dihack, ibuk jadi ingat kalau nomer teman ibuk tadi juga dihack seminggu lalu”
Okee itu tadi cerita dari ibuk. Saya jadi penasaran apakah bisa mengalihkan pesan dan panggilan milik orang lain dari jauh?
Karena selama kami—saya dan adik mencoba mengambil alih akun selalu gagal dan kalah cepat dengan ‘orang itu’. Kami meminta kode OTP via SMS tapi justru ada dua kali panggilan masuk dari nomer asing.
Itu hanya asumsi saya, saat menulis ini saya tiba-tiba terpikir apakah panggilan itu bertujuan untuk mengambil alih pesan yang masuk ya?
Agak seram membayangkannya. Entahlah, itu hanya asumsi saya. Tapi poinnya, tidak ada salahnya untuk berhati-hati, bukan? Kalaupun ada SMS tidak penting dan mencurigakan dari nomor asing, mungkin lebih baik diblokir saja kalik ya?