Berinteraksi seperti biasaSembari sesekali diselipkan semoga Aku sudah biasa demikian, kukira beberapa orang juga demikian: pandai menyimpan rasa Katanya, dewasa sudah bukan waktunya untuk menyimpan rasa. Utarakkan saja Tapi, aku banyak tapi-nya. Mungkin karena belum merasa jadi dewasa. Bukannya takut patah lagi, sudah biasa itu mah. Tapi khawatirnya bagaimana jika ternyata belum siap dengan segala … Lanjutkan membaca Seperti biasa
Kategori: Acak
ham.pir
Untuk hal-hal yang memang takdir, tidak akan pernah menjadi hampir Perlu waktu untuk memahami mantra tersebut. Kukira berdamai dengan konsep rezeki saja sudah cukup, tapi nyatanya kata hampir seringnya masih menghadirkan kecewa Kali ini seseorang yang mengajarkan demikian. Bukan orangnya, namun hal-hal terkait dengannya yang seringkali berujung hampir. Hingga pada akhirnya otakku menjadi berisik dan … Lanjutkan membaca ham.pir
Aroma Kopi di Gerbong Pertama Kereta Bandara
Pagi ini, kantuk masih menggelayut di kedua mataku. Kukira mereka menagih utang tidur yang sudah beberapa hari ini belum kunjung kubayar. Andai bisa dibayar dengan satu atau dua lembar seratus ribuan, pasti sudah lunas sejak kapan hari. Sayangnya membeli waktu tidur tidak semudah itu. Tidak bagiku, pekerja yang harus berangkat pukul enam pagi dan baru … Lanjutkan membaca Aroma Kopi di Gerbong Pertama Kereta Bandara
(Belajar) Menulis Lagi
Akhir-akhir ini saya merasa cukup sering membuat keputusan impulsif. Salah satu keputusan cepat yang buat adalah kembali belajar dan menulis fiksi dengan ikut #NovelWritingWorkship oleh Bentang Pustaka dan Career Class. Setelah... entah berapa tahun lalu, terakhir kali saya menulis fiksi 😆 The Last Tree merupakan salah satu cerita lama saya. Awalnya berupa cerita pendek, lantas kali ini … Lanjutkan membaca (Belajar) Menulis Lagi
Memilih untuk Mengeliminasi
Jadii, kalau memang masih terpikir untuk golput pada pemilu mendatang, coba pikirkan ulang, setidaknya ada satu calon yang perlu dieliminasi, bukan?
Setelah Satu Tahun
Ini tulisan saya pertama saya di tahun 2023, sekaligus menjadi yang pertama setelah satu tahun tidak mempublikasikan satu pun tulisan di laman ini. Jika diingat, sepertinya memang saya tidak banyak menulis di tahun 2022. Sebenarnya ada banyak cerita di tahun 2022, namun tidak banyak cerita yang ingin saya kenang. Di tahun 2023 ini, banyak hal … Lanjutkan membaca Setelah Satu Tahun
Melelahkan Otak
Dua pekan lalu saya menemukan sebuah tulisan yang entah bagaimana berhasil membuat saya merasa 'agak linglung' selama beberapa hari. Saya menemukan tulisan itu Ahad malam, menjelang petang. Sempat khawatir akan merasa tidak baik-baik saja malam itu, tapi ternyata efeknya baru dimulai sore berikutnya: dalam perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan pulang, otak saya menjelma video player. Memutar … Lanjutkan membaca Melelahkan Otak
Terima Kasih, Orang Baik
Hari ini saya pulang lebih sore dari bisanya. Lewat pukul setengah lima saya baru selesai Zoom Meeting. Setelahnya masih harus mengirimkan file dan bersiap pulang. Sebenarnya sudah berusaha bergegas, mengingat masih ada perjalanan dengan durasi 45-60 menit. Maksimal pulang pukul setengah lima, begitu biasanya saya lakukan. Tentu agar sampai rumah sebelum magrib. Terlebih jika mendung … Lanjutkan membaca Terima Kasih, Orang Baik
Belajar pada Hari Libur
Install-Uninstall
Pagi ini, setelah sebulan lebih beberapa hari meng-uninstall aplikasi Instagram di ponsel, saya install lagi. Bukan karena sudah menyerah dengan 'diet instagram', tapi karena beberapa hari sebelumnya diminta untuk ikut sharing session oleh temen-temen di organisasi ekstra kampus yang pernah saya ikuti. Diet instagram versi saya sebenarnya bukan jenis yang 'tidak membuka instagram sama sekali … Lanjutkan membaca Install-Uninstall
