Seperti biasa

Berinteraksi seperti biasaSembari sesekali diselipkan semoga Aku sudah biasa demikian, kukira beberapa orang juga demikian: pandai menyimpan rasa Katanya, dewasa sudah bukan waktunya untuk menyimpan rasa. Utarakkan saja Tapi, aku banyak tapi-nya. Mungkin karena belum merasa jadi dewasa. Bukannya takut patah lagi, sudah biasa itu mah. Tapi khawatirnya bagaimana jika ternyata belum siap dengan segala … Lanjutkan membaca Seperti biasa

ham.pir

Untuk hal-hal yang memang takdir, tidak akan pernah menjadi hampir Perlu waktu untuk memahami mantra tersebut. Kukira berdamai dengan konsep rezeki saja sudah cukup, tapi nyatanya kata hampir seringnya masih menghadirkan kecewa Kali ini seseorang yang mengajarkan demikian. Bukan orangnya, namun hal-hal terkait dengannya yang seringkali berujung hampir. Hingga pada akhirnya otakku menjadi berisik dan … Lanjutkan membaca ham.pir

Aroma Kopi di Gerbong Pertama Kereta Bandara

Pagi ini, kantuk masih menggelayut di kedua mataku. Kukira mereka menagih utang tidur yang sudah beberapa hari ini belum kunjung kubayar. Andai bisa dibayar dengan satu atau dua lembar seratus ribuan, pasti sudah lunas sejak kapan hari. Sayangnya membeli waktu tidur tidak semudah itu. Tidak bagiku, pekerja yang harus berangkat pukul enam pagi dan baru … Lanjutkan membaca Aroma Kopi di Gerbong Pertama Kereta Bandara

(Belajar) Menulis Lagi

Akhir-akhir ini saya merasa cukup sering membuat keputusan impulsif. Salah satu keputusan cepat yang buat adalah kembali belajar dan menulis fiksi dengan ikut #NovelWritingWorkship oleh Bentang Pustaka dan Career Class. Setelah... entah berapa tahun lalu, terakhir kali saya menulis fiksi 😆 The Last Tree merupakan salah satu cerita lama saya. Awalnya berupa cerita pendek, lantas kali ini … Lanjutkan membaca (Belajar) Menulis Lagi

Melelahkan Otak

Dua pekan lalu saya menemukan sebuah tulisan yang entah bagaimana berhasil membuat saya merasa 'agak linglung' selama beberapa hari. Saya menemukan tulisan itu Ahad malam, menjelang petang. Sempat khawatir akan merasa tidak baik-baik saja malam itu, tapi ternyata efeknya baru dimulai sore berikutnya: dalam perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan pulang, otak saya menjelma video player. Memutar … Lanjutkan membaca Melelahkan Otak

Terima Kasih, Orang Baik

Hari ini saya pulang lebih sore dari bisanya. Lewat pukul setengah lima saya baru selesai Zoom Meeting. Setelahnya masih harus mengirimkan file dan bersiap pulang. Sebenarnya sudah berusaha bergegas, mengingat masih ada perjalanan dengan durasi 45-60 menit. Maksimal pulang pukul setengah lima, begitu biasanya saya lakukan. Tentu agar sampai rumah sebelum magrib. Terlebih jika mendung … Lanjutkan membaca Terima Kasih, Orang Baik

Install-Uninstall

Pagi ini, setelah sebulan lebih beberapa hari meng-uninstall aplikasi Instagram di ponsel, saya install lagi. Bukan karena sudah menyerah dengan 'diet instagram', tapi karena beberapa hari sebelumnya diminta untuk ikut sharing session oleh temen-temen di organisasi ekstra kampus yang pernah saya ikuti. Diet instagram versi saya sebenarnya bukan jenis yang 'tidak membuka instagram sama sekali … Lanjutkan membaca Install-Uninstall