Seperti biasa

Berinteraksi seperti biasa
Sembari sesekali diselipkan semoga

Aku sudah biasa demikian, kukira beberapa orang juga demikian: pandai menyimpan rasa

Katanya, dewasa sudah bukan waktunya untuk menyimpan rasa. Utarakkan saja

Tapi, aku banyak tapi-nya. Mungkin karena belum merasa jadi dewasa. Bukannya takut patah lagi, sudah biasa itu mah. Tapi khawatirnya bagaimana jika ternyata belum siap dengan segala konsekuensinya tiba-tiba diajak berkomitmen, misalnya

Jadii, untuk sekarang tetap berinteraksi saja seperti biasa. Sembari sesekali diselipkan semoga (yang entah untuk kapan)

Tinggalkan komentar