Pagi ini, kantuk masih menggelayut di kedua mataku. Kukira mereka menagih utang tidur yang sudah beberapa hari ini belum kunjung kubayar. Andai bisa dibayar dengan satu atau dua lembar seratus ribuan, pasti sudah lunas sejak kapan hari. Sayangnya membeli waktu tidur tidak semudah itu. Tidak bagiku, pekerja yang harus berangkat pukul enam pagi dan baru … Lanjutkan membaca Aroma Kopi di Gerbong Pertama Kereta Bandara
Kategori: Fiksi
Memola
Banyak atau mungkin sebenarnya semua hal di dunia ini terjadi dengan mengikuti suatu pola. Matahari terbit dan tenggelam, siklus bulan, hingga pasang surutnya air laut dan tentu saja banyak hal lainnya yang menjadikan dunia ini terasa lebih teratur. Sepertinya karena itu juga orang-orang memilih untuk membuat suatu pola; karena sudah terbiasa mengikut semesta yang terpola … Lanjutkan membaca Memola
Jogja, Hujan, dan Kemacetan yang Menyertainya
Tidak sedikit orang yang mengatakan menyukai hujan tapi masih saja berlari ketika gerimisnya menderas. Sebagian yang lain mengaku tidak takut hujan tapi berlomba membunyikan klakson supaya bisa sampai duluan. Ada pula yang bilang senang tapi memilih menepi menunggu reda atau sekadar singgah memasang payung. Bagaimana denganmu? Pertanyaan yang selalu ingin aku tanyakan padamu, salah seorang … Lanjutkan membaca Jogja, Hujan, dan Kemacetan yang Menyertainya
(belum ada judul)
“Belajar apa saja tadi di sekolah?” “Cuma menggambar.. Oiya, Nek tadi Lin dapat nilai enam, padahal teman-teman yang lain dapat nilai delapan ada juga yang dapat sembilan. Padahal kan gambar Lin tidak jelek. Pokoknya Lin enggak suka kalau besok disuruh menggambar lagi,” rajuk gadis kecil yang masih menggunakan seragam sekolah dasar itu dengan bersungut-sungut. Wanita … Lanjutkan membaca (belum ada judul)