Dua hari lalu saya sempat berbincang dengan seorang paruh baya ketika sedang 'menepi sejenak' ke Kebun Raya. Tidak lama, mungkin sekitar 15-20 menit. Saya tebak beliau memang suka bercerita, bahkan kepada orang asing. Banyak hal yang beliau ceritakan, salah satunya mengenai konflik di Gaza. Kata beliau, hubungan Israel dan Palestina itu ibarat konflik dalam rumah … Lanjutkan membaca #ceasefireGaza
Kategori: Celoteh
Setelah Satu Tahun
Ini tulisan saya pertama saya di tahun 2023, sekaligus menjadi yang pertama setelah satu tahun tidak mempublikasikan satu pun tulisan di laman ini. Jika diingat, sepertinya memang saya tidak banyak menulis di tahun 2022. Sebenarnya ada banyak cerita di tahun 2022, namun tidak banyak cerita yang ingin saya kenang. Di tahun 2023 ini, banyak hal … Lanjutkan membaca Setelah Satu Tahun
Saya tidak suka mematikan centang biru, tapi saya suka jika dikirimi pesan oleh orang yang mematikan centang biru
Akhirnya saya melanjutkan tulisan ini yang sudah terbengkalai sejak sebulan lalu. Entah mengapa perbincangan tentang centang biru WhatsApp menjadi topik perdebatan yang seru, kalau tidak seru tidak akan diangkat oleh mojok.co, bukan? Baru saja, akun instagram mojok.co menaikkan kembali tulisan lama mereka tentang dua centang biru WhatsApp, yang sebelumnya bulan lalu juga naik artikel baru … Lanjutkan membaca Saya tidak suka mematikan centang biru, tapi saya suka jika dikirimi pesan oleh orang yang mematikan centang biru
Seharusnya Orang yang Merokok di Kendaraan itu Tidak Perlu Dipedulikan
Hampir satu tahun menjadi lajuers sepanjang Jalan Wates, entah mengapa akhir-akhir ini saya semakin sering menemui orang merokok di kendaraan yang tengah melaju. Kadang saya berpikir, tidak adakah tempat lain yang lebih nyaman untuk merokok? Sejujurnya saya tidak peduli dengan perokok, tidak ada gunanya bukan, mempedulikan orang yang bahkan tidak peduli pada kesehatannya sendiri? Tapi … Lanjutkan membaca Seharusnya Orang yang Merokok di Kendaraan itu Tidak Perlu Dipedulikan
Ketika Teman Sudah…
Anggap saja ini part 2 dari tulisan sebelumnya. Beberapa waktu lalu seorang kawan bertanya via chat, tentang bagaimana caranya supaya tidak minder. Deg. Rasa-rasanya seolah ditegur setelah beberapa waktu lalu merasakan hal demikian. Serasa throw back ketika beberapa bulan lalu saya diminta ngomongin tentang insecurity. Saya baru sadar, kalau ternyata itu hal yang wajar bagi … Lanjutkan membaca Ketika Teman Sudah…
Ubi Kukus: Cara Ibuk Menjaga Anaknya dari Gula Sederhana dan Natrium Berlebih
Semalam, menjelang pukul delapan, ibuk menawarkan mau dikukuskan ubi atau tidak. Buat apa? Tanya saya heran, tumben mau kukus ubi malam-malam. Buat camilan biar tidak stres, begitu jawabannya. Tentu saya tidak menolak. Memang semalam saya agak sedikit stressfull. Saya pun berencana tidur lebih larut atau kalau bisa malah tidak usah tidur karena harus mencari tambahan … Lanjutkan membaca Ubi Kukus: Cara Ibuk Menjaga Anaknya dari Gula Sederhana dan Natrium Berlebih
Keamanan Diskusi Daring Via Grup
Hampir tiga bulan terhitung sejak berlakunya pembatasan kegiatan di kampus tercinta. Selama itu pula, saya punya keisengan baru: ikutan berbagai diskusi online ataupun webinar. Tentu dengan topik yang menarik bagi saya. Entah sudah berapa diskusi online dan webinar yang saya ikuti selama hampir tiga bulan ini. Mulai dari cara belajar sejarah, cara menulis, feminisme, sosok … Lanjutkan membaca Keamanan Diskusi Daring Via Grup
Apa Sulitnya Menyapa?
Beberapa waktu lalu, seorang kawan mengirimi saya pesan. Sebuah pertanyaan, karena menggunakan kata tanya dan diakhiri dengan tanda tanya. Tapi rasanya ada yang kurang. Setelah saya baca berulang kali di notifikasi, baru sadar kalau tidak pakai kata sapaan. Tidak 'hai', 'halo', 'Tif', 'woy', 'cuy', 'sist' atau minimal banget 'Eh'. Jadilah saya merasa malas untuk sekadar … Lanjutkan membaca Apa Sulitnya Menyapa?
Gimana Sih Caranya Buat Buku?
Selama dua pekan ini, sudah dua kali saya mendapat pertanyaan demikian. To be honest, saya bukan belum jadi penulis keren dan hebat. Mungkin hanya kebetulan saja, saya pernah ikutan proyek nulis keroyokan dan pernah cetak buku ala-ala: nulis sendiri, edit sendiri, cetak sendiri. Kebetulan lainnya adalah saya pernah membaca artikel tentang cara membuat buku di … Lanjutkan membaca Gimana Sih Caranya Buat Buku?
New Normal atau Back to Normal?
Mana yang kamu pilih? Kalau disuruh milih, tentu saya lebih memilih back to normal saja (: Setidak-baik-baik-saja-nya dunia sebelum adanya pandemi, saya masih akan tetap memilihnya. Seperti yang disampaikan Maslow, kebutuhan fisiologi dan rasa aman menempati dua urutan pertama dalam hirarki kebutuhan manusia. Ketika kedua hal mendasar saja tidak ditawarkan dalam tatanan baru, new normal, … Lanjutkan membaca New Normal atau Back to Normal?