Beberapa hari lalu saya mengajak beberapa kawan untuk reunian online. Yah, ditengah pandemi jumpa virtual menjadi salah satu alternatif untuk tetap saling terhubung bukan? Sudah beberapa kali membuat forum online untuk sekadar mengucap selamat idulfitri, memohon maaf, melantunkan semoga, serta bertukar kabar. Kemudian topik-topik bermunculan seputar covid-19, wacana herd-immunity, tugas akhir, juga kabarnya doi. Seperti … Lanjutkan membaca Tapi Maaf, Menurut Saya Nikah Itu Bukan Solusi
Kategori: Celoteh
Mana Ada Pacaran Disamakan dengan Ta’aruf~
Pagi tadi saya 'menemukan' sebuah artikel dari IBtimes.id sebuah media Islam yang mengusung tagar aktual, mendalam, mencerahkan. Akhir-akhir ini ada beberapa artikel yang menurut saya cukup menuai pro-kontra diantara para pembacanya. Entah apa maksud dibalik publikasi artikel itu, sungguh ingin memberikan sudut pandang lain atau menguji pemahaman pembacanya atau sekadar ingin menambah kehebohan di jagad … Lanjutkan membaca Mana Ada Pacaran Disamakan dengan Ta’aruf~
Bukan Tulisan Tentang Hari Pendidikan Nasional
Siang tadi saya kembali menyimak Bincang Redaksi dari Nationational Geographic (NatGeo) Indonesia. Topik yang diangkat seputar majalah terbaru mereka yang terbit pada Mei ini, cerita sampul bergambar kupu-kupu yang belakangan saya tahu namanya Graphium codrus, serta apa jadinya bumi tanpa serangga. Bumi tanpa serangga merupakan salah satu hal yang tidak pernah terlintas dalam benak saya. … Lanjutkan membaca Bukan Tulisan Tentang Hari Pendidikan Nasional
World View
Beberapa waktu lalu saya dapat tawaran untuk membantu editing tim media salah satu organisasi eksternal yang saya ikuti. Tidak mungkin menolak, bukan? Jadilah saya banyak membaca tulisan dari teman-teman baik sebelum ataupun setelah dipublikasikan di website. Ada satu hal yang baru saya sadari, tulisan mereka sangat jauh berbeda dengan tulisan yang pernah saya buat untuk … Lanjutkan membaca World View
Air Tanah
Sedang ada pembangunan garasi di rumah, sejak tiga hari lalu. Dua hari lalu saya dan ibuk sempat berdebat tentang air yang ada di lubang galian untuk pondasi. Ibuk bilang kalau itu air tuk atau air tanah, sedang saya bersikeras kalau itu adalah air yang sengaja dimasukkan ke dalam lubang galian. Secara kedalaman lubang galian itu … Lanjutkan membaca Air Tanah
Bukan Tulisan Tentang Hari Kartini
Malam ini saya mengikuti bincang redaksi yang diselenggarakan oleh National Geographic Indonesia secara daring. Singkap Misteri Kotak Kartini dan Surat-Surat yang Hilang: Sisi Lain Sang Raden Ayu yang Nyaris Terlupakan, sebuah topik yang menarik untuk diangkat pada tanggal 21 April. Ya, hari ini banyak orang di jagad maya khususnya wilayah Indonesia membicarakan tentang sosok Kartini … Lanjutkan membaca Bukan Tulisan Tentang Hari Kartini
It’s About Manner
Barusan saya membuka file lama di laptop dan menemukan sebuah tulisan yang sepertinya belum sempat saya publikasikan di laman ini. Hari ini saya seharusnya merasa kesal pada seorang kawan karena dia meminta saya untuk mengirimkan sekitar 60 surat undangan kepada anggota organisasi yang saya ikuti. Namun tetap saya bersyukur karena sekarang tahun 2019. Sudah diciptakan … Lanjutkan membaca It’s About Manner
Until Tomorrow
Beberapa waktu lalu jagad instagram dipenuhi oleh unggahan foto pose memalukan dengan caption "until tomorrow". Konon katanya itu adalah sebuah challenge dimana seseorang yang menyukai (double tap) pada foto tersebut akan mendapat 'hukuman' untuk melakukan hal yang sama yakni mengunggah foto sendiri dengan pose memalukan. Bagus sih, jadinya orang-orang dipaksa mikir kapan harus menyukai dan … Lanjutkan membaca Until Tomorrow
Tidur di Jalan (2)
Siang tadi langit perpusat mendung ketika saya keluar dari kantong parkir. Jangan hujan dulu, begitu rapal saya sepanjang jalan. Keluar dari kota, gerimis menyapa lalu menderas meski langit masih cukup terang. Lalu saya baru sadar kalau perpaduan antara asapal basah dan terik matahari bisa membuat udara sekitar terasa tidak nyaman. Setengah perjalanan kantuk menyerang, padahal … Lanjutkan membaca Tidur di Jalan (2)
“Mbak, Cita-citanya Apa?”
Malam ini, entah mengapa saya tiba-tiba teringat sebuah pertanyaan yang dilontarkan salah seorang peserta pelatihan kader tingkat II beberapa waktu lalu. Ketika itu kami—saya dan para alumni pimpinan daerah, dikerjai (dalam tanda kutip) oleh panitia, mendadak diminta sharing pengalaman di organisasi kepada para peserta. Hal pertama yang dilakukan tentu adalah perkenalan, nama, alamat, jabatan(?), dan … Lanjutkan membaca “Mbak, Cita-citanya Apa?”