Install-Uninstall

Pagi ini, setelah sebulan lebih beberapa hari meng-uninstall aplikasi Instagram di ponsel, saya install lagi. Bukan karena sudah menyerah dengan ‘diet instagram’, tapi karena beberapa hari sebelumnya diminta untuk ikut sharing session oleh temen-temen di organisasi ekstra kampus yang pernah saya ikuti.

Diet instagram versi saya sebenarnya bukan jenis yang ‘tidak membuka instagram sama sekali selama sebulan lebih beberapa hari ini’ karena emm saya kadang masih menunggu kabar yang dibagikan oleh seseorang dalam cerita-ceritanya tapi lebih kepada mengurangi asupan cerita dari mereka yang (pernah) saya kenal di dunia nyata. Jadilah saya lebih sering mengakses instagram menggunakan ponsel dan akun kedua. Jujur saja rasanya lebih menyenangkan: bebas membagikan (ulang) berbagi jenis postingan tanpa khawatir apa yang akan orang pikirkan tentang saya. Sungguh bisa menjadi salah satu cara menjaga kewarasan.

Begitu selesai melakukan siaran langsung di instagram, saya pun segera meng-uninstall aplikasi tersebut dari ponsel. Sudahlah, saya pikir lebih baik tidak tahu tentang banyak hal daripada insecurity saya kambuh lagi. Daripada kepikiran cerita orang, mending nyari asupan informasi dan konten yang menghibur. Tulisannya Pak Lik Agus Mulyadi misal atau tentang KPK yang dikabarkan sudah tutup usia beberapa hari lalu. Ah, tidak seharusnya saya banyak komentar perihal pemerintah. Hanya ingin berbagi keresahan saja: kok sepertinya Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Kalau sudah demikian apakah masih bisa berjalan tegap sembari menunggu bumi mengelilingi matahari sampai tiga putaran?

Ah iya, kalau ada yang nyariin, Latif baik kok, ehehe.

Tinggalkan komentar