Beberapa waktu lalu saya mendapat pertanyaan di ask.fm tentang bagaimana caranya untuk move on?
Agak kurang sesuai sebenarnya jika saya menjawab pertanyaan tersebut, secara pacaran saja saya belum pernah mau move on dari siapa coba? ehehe. Tapi demi mendapatkan koin, eh enggak ding demi membantu orang lain jadilah saya sok-sokan berpengalaman dalam menjawab pertanyaan tersebut. Jawaban saya sederhana : tentukan dulu tujuannya.
Menentukan tujuan sebenarnya prinsip yang sederhana, tapi seringnya diabaikan dalam proses move on. Mungkin karena terlalu rumit memikirkan bagaimana caranya untuk melupakan atau dimana harus menyimpan kenangan. Padahal dalam bahasa Indonesia move on itu berpindah. Berpindah berarti melibatkan dua hal: asal dan tujuan. Jika salah satunya tidak terpenuhi tidak dapat disebut berpindah, bukan? Hanya disebut datang saja atau pergi saja.
Ketika sudah menentukan kemana atau kepada siapa akan bergerak, percayalah proses move on akan jadi lebih mudah. Tidak usah marah mendengar pendapat orang tentang “mencari tempat pelarian” karena ya memang demikian maksud dan tujuan move on yang sebenarnya. Mencari hal lain untuk mengalihkan, bukan mencari cara untuk melupakan. Sehingga tidak perlu bingung kemana harus membuang kenangan, hanya perlu kesadaran bahwa apa yang dikenang tidak akan pernah hilang. Jadi ya jangan dikenang.
Selanjutnya jika mau melihat lebih luas, tujuan dari perpindahan itu tentu tidak hanya terbatas pada orang lain atau hati lain saja. Intinya kan memindahkan perhatian, pikiran dan perasaan kepada hal lain. Umumnya memang kepada orang lain, tapi bisa juga kepada kegiatan lain, kesibukan lain, pun bisa berpindah pada hal yang jauh lebih hakiki: kepada Yang Maha Mengatur Segalanya.