Duluuu, ketika masih berkutat dengan skripsi yang belum jelas kemana ujungnya, saya pernah merasa sebal melihat unggahan foto setelah sidang. Hingga terbesit tanya, haruskah saya tidak mengunggah foto atau memposting ulang ucapan selamat dari para kawan agar tidak menyinggung atau membuat orang lain merasa tertekan dan sebal.
Selang beberapa waktu, saya mulai berdalih tentang cara menghargai orang lain dan cara memberikan apresiasi pada diri sendiri. Kemarin sudah mendapatkan ijazah. Foto-foto kembali bertebaran, menangkap pantulan cahaya dari senyuman bersama map ijazah diikuti caption bertema pencapaian dan keberhasilan.
Lagi-lagi saya kembali pada pertanyaan: haruskah saya ikutan posting juga?