Sebuah pertanyaan yang bersarang dalam otakku sejak dini hari tadi. Jadi ceritanya dini hari tadi saya sempat ngobrol agak serius dengan salah seorang kawan tentang hati dan pernikahan. Awalnya hanya ingin tahu apakah seorang yang begitu menjaga diri juga pernah galau karena masalah hati dan bagaimana caranya dia mengatasi masalah hati itu. Sekaligus juga ingin … Lanjutkan membaca Bagaimana Jika..
Kategori: Celoteh
Melihat dari Sudut Lain
Bertemu dengan orang baru dan mendengarkan jalan pikiran mereka
(meng)istimewa(kan)
Tentu ada banyak cara untuk membuat seseorang merasa dihargai--merasa diistimewakan. Bisa jadi setiap orang punya caranya sendiri. Meski terkadang batas antara menghargai dan mengistimewakan bisa jadi kabur oleh penilaian subjektif setiap orang. Sebagai contoh, seseorang memberikan suatu barang kepada kawannya. Tentu dua orang itu punya definisi masing-masing tentang cara menghargai pemberian orang lain. Si pemberi, … Lanjutkan membaca (meng)istimewa(kan)
Apakah Masih?
Tanya seorang kawan perihal rasa yang sempat mengudara. Meski dia memberi pilihan untuk tidak menjawab, tapi saya maksa mau menjawab. Mungkin saja percakapan kami bisa jadi perantara atas terjawabnya sebuah doa. Atau jadi jalan bagi hati untuk menjadi lebih lega.
Biji Bunga Kamboja
Kalau bunga kamboja tentu sudah tidak asing, bagaimana dengan bijinya? Jujur ini kali pertama saya melihat biji bunga kamboja, bagaimana denganmu? Sudah pernah melihat sebelumnya?
“Aku baik-baik saja”
Begitu pesan yang tersimpan dalam cerita yang kubagikan
You are okay, right?
Entah mengapa langit senja selepas hujan selalu saja istimewa
[Sebuah Surat]
Teruntuk bintang itu Di langit manapun berada Hendak melangkah kemana lagi selanjutnya? Kemana pun itu, selalulah baik-baik saja. Terakhir yang aku tahu, kamu semakin hebat saja ya? Semakin menyilaukan. Ya setidaknya begitu yang terlihat dari tempatku mengamatimu: sebuah planet kecil yang berjarak entah berapa satuan cahaya. Jika matahari saja punya bintik gelap, bisa jadi kamu … Lanjutkan membaca [Sebuah Surat]
Gagal Bersembunyi
Semalam akhirnya saya kembali mengaktifkan akun instagram. Bukan karena sudah selesai menepi dan menyepi, tapi karena harus mengunggah sebuah video sebagai salah satu syarat lomba. Menyembunyikan akun selama sepekan ternyata cukup berpengaruh juga ya. Salah satunya jadi kaget ketika melihat postingan di beranda. Hal lainnya adalah membatasi melihat cerita yang dibagikan oleh para kawan, juga … Lanjutkan membaca Gagal Bersembunyi