Sore tadi term of reference materi dari panitia saya terima. Untunglah materi yang diminta tidak jauh berbeda dengan peta konsep yang saya buat beberapa hari lalu. Nah, selanjutnya yang jadi masalah adalah bagaimana saya menyampaikan apa yang tertulis dalam peta konsep itu kepada sekitar 50 pelajar SMP-SMA yang jadi peserta pelatihan kader. Sore tadi saya … Lanjutkan membaca Orang Insecure, Ngomongin Tentang Insecurity (2)
Kategori: Celoteh
Kepada: Hujan
Akhirnya kita berjumpa setelah beberapa hari selalu kusemogakan engkau menyapa. Entah apa yang membuatmu enggan mampir ke rumah, padahal di tempat lain engkau tidak segan untuk singgah. Ternyata engkau tidak keberatan menemani setengah perjalanan pulangku siang tadi. Jadilah aku banyak bercerita kepadamu tentang banyak hal, salah satunya tentang rasa yang sempat mengudara. Ketika kamu bertanya … Lanjutkan membaca Kepada: Hujan
Hewan Pemakan Segala
Sekarang saya tahu hewan apa saja yang saya takuti. Pertama lebah dan yang kedua hewan kecil pemakan segala. Malam ini ketika saya sedang merekam suara untuk dubbing video pendek, secara tidak sengaja mata saya melihat tanah berserakan di bawah rak buku. Hal pertama yang muncul dalam otak saya: rayapnya muncul lagi. Segera saya pindahkan rak … Lanjutkan membaca Hewan Pemakan Segala
Orang Insecure, Ngomongin Tentang Insecurity (1)
Kemarin saya mendapat pesan dari salah satu panitia pelatihan kader tingkat 1 di organisasi pelajar yang saya ikuti, meminta saya untuk mengisi materi tentang psikologi remaja. Saya masih belum ada agenda pada waktu tersebut, jadi saya bertanya tentang tema apa yang hendak diminta. Sejujurnya psikologi bukan menjadi bidang saya, tapi saya cukup tertarik dengan bidang … Lanjutkan membaca Orang Insecure, Ngomongin Tentang Insecurity (1)
Jadi Auditor Halal Sepertinya Menarik
Semalam saya membaca sebuah artikel opini yang membahas tentang seberapa efektifkah sertifikasi halal gratis bagi UKM. Terakhir saya mengikuti pemberitaannya, baru tentang adanya peraturan yang mewajibkan sertifikasi halal bagi semua usaha makanan dan minuman, ternyata malah sudah ada wacana penggratisannya. Menarik sekali. Tetapi bagi saya yang menarik bukan tentang gratisnya atau analisis terkait sumber pembiayaan … Lanjutkan membaca Jadi Auditor Halal Sepertinya Menarik
(sepertinya) bukan bintang
Petang ini saya pulang ditemani oleh sebuah benda langit yang bersinar cukup terang di langit barat. Awalnya saya kira itu adalah bintang, tapi lama-lama saya sadar bahwa ia terlalu besar untuk ukuran sebuah bintang yang nampak dari bumi. Kemungkinan hanya satu: salah satu planet tata surya. Ah iya, benar juga. Saya lupa bahwa planet juga … Lanjutkan membaca (sepertinya) bukan bintang
Bumi Kita Sama, Langitnya yang Berbeda
Malam ini saya kembali mendongak ke langit, melihat gemintang yang entah sudah berapa lama tidak saya tengok. Beberapa malam kemarin mendung menggantung atau beberapa lainnya saya sedang tidak ingin melihat bintang karena mengingatkan saya pada ia yang sedang bersinar begitu terang. Ketika merindu, banyak yang bilang (kurang lebih intinya): Meski memijak bumi yang berbeda, kita … Lanjutkan membaca Bumi Kita Sama, Langitnya yang Berbeda
men(y)epi
Kemarin malam saya memutuskan menonaktifkan akun Instagram untuk sementara. Ada pertanyaan terkait alasan penonaktifan tersebut, kalau tidak salah saya memilih karena butuh istirahat. Awalnya ngawur saja memilih alasan tersebut, tapi sepertinya saya memang perlu waktu untuk beristirahat sejenak dari melihat cerita teman-teman atau bercerita terlalu banyak kepada mereka. Akhir-akhir ini saya merasa cukup sering berbagi … Lanjutkan membaca men(y)epi
Cinta Pertama
Saya sedang menyunting tulisan dalam proyek buku yang paling serius sembari mendengarkan lagu secara acak dari laptop. Ketika mendengarkan lagu berjudul Yang Terbaik Bagimu, saya tiba-tiba kepikiran tentang cinta pertama. Beberapa kali saya mendengar dan membaca tentang cinta pertama, lalu barusan saya berpikir: jika cinta pertama seorang anak perempuan adalah sosok ayah, apakah hal itu … Lanjutkan membaca Cinta Pertama
Pernah bersemoga untuk kembali berjumpa, hanya ketika sudah sama: sama-sama saling berjalan menuju Tapi bagaimana jika ternyata ada jumpa yang direncana? Apakah bisa artikan sebagai jawab atas doa? Biarlah semesta yang mengikuti rencana-Nya, Tif. Bahkan jumpa dan sapa pun tetap perlu izin-Nya, bukan?