Satu orang yang tidak peduli tidak akan berarti, toh masih banyak yang lain Iya, itu yang saya pikirkan sejak tadi pagi. Tentang aksi damai yang bukan hanya membanjiri jagad maya namun juga jalan raya. Bagaimana ya jika semua orang berpikir demikian? Apakah aksi damai hari ini tadi akan tetap terjadi? Entahlah. Ayook gasss~ Hanya itu … Lanjutkan membaca Masih Banyak yang Peduli
meng.a.lir (v)
Duhai diri, Ubahlah arusmu jadi arah yang dia sukai Rendahkanlah hatimu —Buka Hati, Yura Mungkin bukan hanya air yang mengalir dari tempat yang tinggi. Rasa pun demikian, mengalir menuju hati yang rendah.
Satu bulan setelahnya
Kembali bertemu dengan tanggal 18 di bulan yang lain. Ah, ternyata waktu sangat cepat berlalu. Bohong jika saya mengatakan tidak rindu, meski entah rindunya kepada siapa. Bisa jadi kamu, dia, mereka, atau mungkin kita. Banyak hal yang berubah: kembali seperti sedia kala Jika saja tidak ada riwayat pesan di ruang obrolan Jika saja tidak ada … Lanjutkan membaca Satu bulan setelahnya
Sedang Tidak Peduli
Ada yang sedang tidak baik-baik saja Begitu yang saya tahu Ada banyak hal, bukan hanya satu Tapi saya sedang tidak mau tahu Ada yang salah Ketika banyak masalah namun menolak melihat Pun ketika ada hal tidak wajar namun enggan mendengar Tidak seperti dulu: masih bisa peduli Bisa jadi terbiasa Atau sudah enggan untuk peduli Atau … Lanjutkan membaca Sedang Tidak Peduli
Berjalan Lebih Jauh
"Ndak papa, menambah pengalaman, bisa menjelajah tempat baru" Begitu kata ibu, ketika saya menyampaikan lokasi praktik kerja lapang (PKL) saya yang 122 km jauhnya dari kampus. Hampir tiga kali jarak lokasi KKN saya ke kampus. Saya tahu ibu hanya ingin membesarkan hati saya yang sejak awal sudah tidak niat PKL di rumah sakit. Tapi ya … Lanjutkan membaca Berjalan Lebih Jauh
Tetaplah Melangkah
Bukankah masing-masing dari kita punya titik awal dan akhir yang berbeda? Juga panjang langkah yang berbeda Jalur yang berbeda pula Bisa jadi mereka yang sudah di depan karena lebih dahulu berjalan Atau karena mereka berlari lebih cepat Atau karena mereka harus banyak melompati rintangan Mereka bisa sampai di sana Kamu pun demikian Berjalanlah, berlarilah, melompatlah … Lanjutkan membaca Tetaplah Melangkah
ESC Key
Akhirnya saya menemukan alasan untuk pulang setelah ada satu hal yang bisa saya anggap selesai. Tinggal menunggu kabar. Apapun itu semoga hal yang baik. "Apa apa kok pulang?" Pertanyaan yang tidak sempat saya balas karena sudah terlanjur berkutat dengan keramaian jalan. Niat awalnya bahkan tidak ingin berkabar, tapi sudah terbiasa jadi otomatis. Ada rasa lega … Lanjutkan membaca ESC Key
“Are you okay?”
Seharian tadi ada dua orang yang bertanya demikian kepada saya. Bukan tanpa sebab, pasalnya saya tiba-tiba melempar sebuah pertanyaan lewat fitur status di WhatsApp : Bagaimana caramu untuk coping stress? Sebagai jawaban, saya sudah baik-baik saja. Meski sebelumnya sempat merasa sedikit tidak baik-baik saja, karena kawan satu perjuangan sudah ada yang berprogress dalam pembuatan proposal … Lanjutkan membaca “Are you okay?”
Tersadar
Menulis adalah suatu kondisi psikologis dimana anda mengekspose diri anda. Salah satu kalimat yang disampaikan Om Sabrang dalam talkshow "Ngisruh Sejak dalam Pikiran" malam tadi di Kampung Buku Jogja #5 Iya juga ya. Saya jadi kepikiran, selama ini saya lebih banyak bercerita melalui tulisan. Niat awalnya sih hanya untuk mengurangi beban pikiran. Namun seiring waktu … Lanjutkan membaca Tersadar
Siap Berlari
"Ini piknik terakhirnya Latif lho, karena setelah ini saya harus lari" Kurang lebih begitu yang saya sampaikan kepada beberapa kawan akhir pekan lalu. Ketika itu kami sedang memangkas rindu, setelah satu bulan tidak bertemu. Menanti senja sembari bertukar kabar di bawah pohon rindang pinggir waduk. Sepertinya ada yang bertanya 'lari kemana?' tapi saya lupa menjawab … Lanjutkan membaca Siap Berlari