Malam tadi saya banyak dapat cerita, tentang sensus dan segala hal yang menyertainya
Mau dengar sebuah cerita? Tidak mau kalau tentang bintang dan planet kecil itu lagi Ahaha, bukan. Tadi di jalan aku memikirkan sebuah cerita baru. Tentang? Pohon randu Pohon rindu? Oke, aku anggap kamu penasaran dengan ceritaku. Mungkin gak hakalau pohon randu itu sedang merindu? Ia berkabar lewat kapuk lapuk yang tidak lagi dicari. Hanya diam … Lanjutkan membaca
Pelajaran dari Bersepeda: Kadang Perlu Mengayuh Kebelakang
Sore tadi saya bersepeda, berdua saja dengan ibu. Sepertinya ini pertama kali saya sepedaan sore hari, karena biasanya pagi sampai siang. Kami memilih rute dekat dengan jalur yang naik-turun, supaya berkeringat sekaligus membiasakan di jalan menanjak. Target saya bisa menaklukkan tanjakan menuju wadul sermo tanpa perlu turun dari sepeda. Bersepeda di jalan naik-turun bukan hanya … Lanjutkan membaca Pelajaran dari Bersepeda: Kadang Perlu Mengayuh Kebelakang
Lagi dan lagi, tiada henti Segala puji dan syukur bagi Sang Maha Segala
Duluuu, ketika masih berkutat dengan skripsi yang belum jelas kemana ujungnya, saya pernah merasa sebal melihat unggahan foto setelah sidang. Hingga terbesit tanya, haruskah saya tidak mengunggah foto atau memposting ulang ucapan selamat dari para kawan agar tidak menyinggung atau membuat orang lain merasa tertekan dan sebal. Selang beberapa waktu, saya mulai berdalih tentang cara … Lanjutkan membaca
Pelajaran dari Bersepeda: Lihat saja roda depan sepedamu…
Kemarin kali kedua saya bersepeda sampai Waduk Sermo, salah satu danau buatan yang ada di ketinggian Kulon Progo. Berbeda dengan jalur sebelumnya yang katanya tingkat kesulitannya level 2, kemarin diajak naik lewat jalur dengan level 1. Supaya tidak capek kalau mengelilingi waduk, begitu kata bapak. Saya yang masih amatiran hanya mengangguk setuju. Jalur level 1 … Lanjutkan membaca Pelajaran dari Bersepeda: Lihat saja roda depan sepedamu…
Permen Tolak Angin di Dasbor Motor
Sore tadi, ketika berhenti di lampu lalu lintas, saya melihat dasbor motor (bagasi depan sepeda motor matic) dan menemukan 2 bungkus permen tolak angin. Bukannya heran atau bertanya-tanya siapa yang menaruh di sana melainkan malah teringat pada kejadian yang sudah berlalu hampir satu tahun lalu. Mirip, ketika itu tiba-tiba saya menemukan tolak angin di dasbor … Lanjutkan membaca Permen Tolak Angin di Dasbor Motor
Kalau Semua Orang Bisa, Mungkin…
Malam ini ada pertemuan rutin bapak-bapak kelompok (semacam dasawisma mungkin ya?) di rumah tiap selapan atau satu bulan dalam kalender jawa (35 hari). Pagi tadi saya dan ibuk ngide membuat bolu kukus merekah yang beberapa pekan lalu sempat jadi bahan ajar untuk kegiatan pengabdian masyarakat dosen tata boga di salah satu perguruan tinggi yang saya … Lanjutkan membaca Kalau Semua Orang Bisa, Mungkin…
Cerita Kuliah di Gizi: Introduction
Setelah membaca kembali cerita selama KKN dalam jurnal(?) KKN, saya tiba-tiba ingin menulis juga cerita tentang perkuliahan saya selama empat tahun (2016—2020). Mumpung masih fresh, belum banyak kesibukan yang berarti dan meksipun sudah banyak lupanya masih bisa dipaksa untuk sedikit ingat wqwq. Selain itu, akhir-akhir ini saya mulai merasa semakin jarang menulis. Supaya planet ini … Lanjutkan membaca Cerita Kuliah di Gizi: Introduction
Memotret manusia
Sejak dulu saya tidak suka memotret objek manusia. Bidikan saya jauh dari kata bagus jika objeknya manusia. Sehingga saya tidak begitu tertarik untuk mengabadikan cerita para manusia lewat bidikan lensa. Namun beberapa hari ini, entah mengapa saya mulai tertarik dengannya potret manusia. Sepertinya gegara saya terlalu banyak melihat potret manusia di berbagai akun fotografi yang … Lanjutkan membaca Memotret manusia