Semalam, menjelang pukul delapan, ibuk menawarkan mau dikukuskan ubi atau tidak. Buat apa? Tanya saya heran, tumben mau kukus ubi malam-malam. Buat camilan biar tidak stres, begitu jawabannya. Tentu saya tidak menolak. Memang semalam saya agak sedikit stressfull. Saya pun berencana tidur lebih larut atau kalau bisa malah tidak usah tidur karena harus mencari tambahan … Lanjutkan membaca Ubi Kukus: Cara Ibuk Menjaga Anaknya dari Gula Sederhana dan Natrium Berlebih
Masih ingat dongeng tentang bintang dan planet kecil?
Ah, sudah lama ya tidak bercerita tentang mereka. Beberapa malam terakhir, langit terlihat bagus dari tempat saya melihat. Ada banyak bintang. Mengingatkan pada dongeng yang pernah saya ceritakan. Saya selalu ingin membuat akhir cerita bahagia untuk dongeng itu. Pun, setelah seseorang menyadarkan saya bahwa definisi bahagia tidak hanya terbatas pada 'hidup bersama selamanya'. Masih ada … Lanjutkan membaca Masih ingat dongeng tentang bintang dan planet kecil?
Keamanan Diskusi Daring Via Grup
Hampir tiga bulan terhitung sejak berlakunya pembatasan kegiatan di kampus tercinta. Selama itu pula, saya punya keisengan baru: ikutan berbagai diskusi online ataupun webinar. Tentu dengan topik yang menarik bagi saya. Entah sudah berapa diskusi online dan webinar yang saya ikuti selama hampir tiga bulan ini. Mulai dari cara belajar sejarah, cara menulis, feminisme, sosok … Lanjutkan membaca Keamanan Diskusi Daring Via Grup
Menemukan ‘Timun Emas’
Sepagian tadi saya ikut ibuk ke kebon. Bukan, ini bukan kebun atau pekarangan di samping rumah melainkan sebuah tanah kosong yang sudah lebih dari setahun tidak dijamah. Di bawah rimbun pohon bambu, saya menemukan buah berwarna hijau. Cukup besar, panjangnya sekitar 20-30 cm. Bligo, begitu jawab ibuk ketika saya bertanya. Biasanya untuk sayur, lanjutnya. Melihat … Lanjutkan membaca Menemukan ‘Timun Emas’
Apa Sulitnya Menyapa?
Beberapa waktu lalu, seorang kawan mengirimi saya pesan. Sebuah pertanyaan, karena menggunakan kata tanya dan diakhiri dengan tanda tanya. Tapi rasanya ada yang kurang. Setelah saya baca berulang kali di notifikasi, baru sadar kalau tidak pakai kata sapaan. Tidak 'hai', 'halo', 'Tif', 'woy', 'cuy', 'sist' atau minimal banget 'Eh'. Jadilah saya merasa malas untuk sekadar … Lanjutkan membaca Apa Sulitnya Menyapa?
Gimana Sih Caranya Buat Buku?
Selama dua pekan ini, sudah dua kali saya mendapat pertanyaan demikian. To be honest, saya bukan belum jadi penulis keren dan hebat. Mungkin hanya kebetulan saja, saya pernah ikutan proyek nulis keroyokan dan pernah cetak buku ala-ala: nulis sendiri, edit sendiri, cetak sendiri. Kebetulan lainnya adalah saya pernah membaca artikel tentang cara membuat buku di … Lanjutkan membaca Gimana Sih Caranya Buat Buku?
Semacam dejavu Cara yang sama, alasan yang sama Tentang sebab, masih coba dicari Tentu bukan tanpa akibat, mengatakan yang demikian Seorang kawan menyebutnya: agak keterlaluan Menyelami kedalaman hati, ternyata dasar itu belum tergapai Ada banyak luka di sana Luka yang ternyata mengalirkan ketakutan begitu derasnya Namun, bukankah memang demkian adanya? Maaf
New Normal atau Back to Normal?
Mana yang kamu pilih? Kalau disuruh milih, tentu saya lebih memilih back to normal saja (: Setidak-baik-baik-saja-nya dunia sebelum adanya pandemi, saya masih akan tetap memilihnya. Seperti yang disampaikan Maslow, kebutuhan fisiologi dan rasa aman menempati dua urutan pertama dalam hirarki kebutuhan manusia. Ketika kedua hal mendasar saja tidak ditawarkan dalam tatanan baru, new normal, … Lanjutkan membaca New Normal atau Back to Normal?
Tapi Maaf, Menurut Saya Nikah Itu Bukan Solusi
Beberapa hari lalu saya mengajak beberapa kawan untuk reunian online. Yah, ditengah pandemi jumpa virtual menjadi salah satu alternatif untuk tetap saling terhubung bukan? Sudah beberapa kali membuat forum online untuk sekadar mengucap selamat idulfitri, memohon maaf, melantunkan semoga, serta bertukar kabar. Kemudian topik-topik bermunculan seputar covid-19, wacana herd-immunity, tugas akhir, juga kabarnya doi. Seperti … Lanjutkan membaca Tapi Maaf, Menurut Saya Nikah Itu Bukan Solusi
Segelas Kopi
Malam tadi, saya iseng membuat segelas kopi nescafe classic: 3/4 sendok kopi ditambah 1 sendok gula. Padahal tiga jam sebelumnya mengeluh sepertinya asam lambung saya naik. Alhasil saya tidak tidur semalaman. Padahal biasanya mau minum kopi atau tidak tetap saja ngantuk dan bakalan tidur juga. Apalagi saya bukan tipe nokturnal, jam 10 lebih juga sudah … Lanjutkan membaca Segelas Kopi