La.ri (v) pergi, kabur Belum lelah? Mau sampai kapan? Katamu lelah, kenapa malah semakin cepat menjauh? Bukan kamu Atau aku Atau mereka Bisa jadi jarak yang terlampau jauh Hingga tidak sanggup hadirkan rengkuh Berhentilah Pilih kedai mana yang ingin kau singgahi Asal bukan hatiku saja Duduklah Berbicang satu dua waktu Mendengar dan menerangkan yang samar … Lanjutkan membaca

Hari 41: Mendapat Telepon

Siang tadi saya mendapat telepon, bukan via WhatsApp apalagi Line. Hanya ada barisan angka yang muncul di layar, saya tidak mengenalnya. Di bawah barisan angka itu tercantum lokasi, Greater Jakarta, sepertinya itu lokasi penelefon. Agak ragu saya menerima panggilan itu. Sejujurnya saya masih agak takut menerima telepon dari nomor asing. Beberapa waktu saya hampir tertipu … Lanjutkan membaca Hari 41: Mendapat Telepon

Hari 39 : Hari Ini Saya Jatuh Cinta

Kepada langit pagi yang selama ini luput saya sapa Hingga beberapa waktu lalu saya selalu mengatakan kalau saya lebih suka senja daripada fajar. Saya merasa tak habis pikir dengan mereka yang rela berebut menjadi yang pertama menyapa mentari. Ketika itu banyak sekali alasan saya untuk memilih tidak menyukai langit pagi. Mulai dari hawa dingin yang … Lanjutkan membaca Hari 39 : Hari Ini Saya Jatuh Cinta

Hari 33 : Berbatas Waktu

Perihal waktu, ia akan berlalu meski tidak ditunggu Hari ini batas akhir pengumpulan data hasil wawancara dengan responden. Masih ada beberapa responden yang belum saya datangi. Jadilah seharian tadi saya maraton wawancara. Sejujurnya saya suka dengan kegiatan ini, mengunjungi warga dan mendengar berbagai cerita dari mereka. Sayangnya jumlah responden saya banyak, 22 orang. Jadilah saya … Lanjutkan membaca Hari 33 : Berbatas Waktu

Hari 32 : Cara Menikmati Perjalanan

Siang tadi saya jalan-jalan. Jalan-jalan dalam arti yang sesungguhnya: berjalan kaki lintas RT untuk mengunjungi rumah responden untuk wawancara. Masih kelanjutan dari penelitian. Sudah lama saya tidak berjalan kaki sejauh itu. Terlalu dimanja oleh motor nampaknya. Sepanjang jalan saya banyak mengeluh. Mulai dari panas, polusi, debu, hingga rumah yang tidak kunjung ketemu. Capek. Belum lagi … Lanjutkan membaca Hari 32 : Cara Menikmati Perjalanan

Hari 31 : Mbak Udah Punya Pacar Belum?

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan itu dari adik-adik di sekolah dasar atau yang main ke pondokan. Kadang saya jawab serius tapi seringnya saya jawab dengan bercanda. Sudah, begitu jawab saya. Lalu bergulir lagi pertanyaan tentang siapa namanya. Gak tau, jawab saya. Pacarnya sedang dalam perjalanan ketemu. Tidak ada tanggapan dari mereka. Mungkin sedang bingung. Tidak … Lanjutkan membaca Hari 31 : Mbak Udah Punya Pacar Belum?

Hari 30 : Bagaimana Sudah Mulai Betah di Lokasi KKN?

Pertanyaan yang beberapa kali saya ajukan pada beberapa kawan. Sudah satu bulan, tinggal sepuluh hari untuk membentuk suatu kebiasaan baru. Hmm sepertinya saya mulai terbiasa berinteraksi dengan orang selama lebih dari 12 jam. Atau terbiasa bangun pagi lalu tidak tidur lagi. Atau terbiasa tidak mencuci piring setelah makan. Maaf yaa, selama di sini baru beberapa … Lanjutkan membaca Hari 30 : Bagaimana Sudah Mulai Betah di Lokasi KKN?